Print this page

Selamat Datang di Website STIS

Nov 30, 2015

STIS memang nggak ada duanya! Dapat Juara Lagi!

Dominasi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dalam perlombaan di bidang statistik memang sudah tidak diragukan lagi. Mahasiswa STIS selalu menjadi lawan yang cukup disegani dalam setiap perlombaannya.
Category: Umum

Dominasi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dalam perlombaan di bidang statistik memang sudah tidak diragukan lagi. Mahasiswa STIS selalu menjadi lawan yang cukup disegani dalam setiap perlombaannya. Tanggal 21 November 2015 lalu, mahasiswa STIS bisa merebut sekaligus dua juara dalam satu kompetisi. Mahasiswa STIS mendapat juara 2 dan juara 3 pada Himasta Call For Papers (STALLER) yang merupakan lomba karya tulis ilmiah statistika tingkat mahasiswa se-Jawa. Mereka adalah pasangan Zanial Fahmi Firdaus – Arista yang menduduki posisi kedua dan pasangan Amanda Pratama Putra – Joseph Christoffel yang menduduki posisi ketiga. Walaupun baru pertama kali mengikuti STALLER, mahasiswa STIS langsung berhasil merebut 2 gelar dalam lomba ini. STALLER yang diselenggarakan di Universitas Diponogoro ini mengusung tema “Implementasi Statistika dalam Nawacita”. Nawacita merupakan sembilan agenda prioritas Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Zanial Fahmi & Arista - Juara II
Amanda Pratama & Joseph Christoffel - Juara III

Melihat dua dari sembilan agenda prioritas dalam nawacita adalah meningkatkan daya saing dan menggerakkan sektor strategis, pasangan Zanial – Arista akhirnya memilih judul “Analisis Strategis Peningkatan Daya Saing Industri Pangan Indonesia Berbasis Triple Helix Model” karena industri pangan merupakan salah satu sektor strategis di Indonesia. Sedangkan untuk pasangan Amanda – Joseph lebih melihat pada prioritas nomor lima dari nawacita tersebut, yaitu peningkatan kualitas hidup manusia. Pada lomba ini Amanda – Joseph membuat model Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari seluruh dunia kemudian menawarkan berbagai solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan IPM di Indonesia.

Zanial Fahmi & Arista - Juara II

Zanial Fahmi & Arista - Juara II

Sebuah pencapaian tidak akan pernah luput dari sebuah proses dengan beberapa kendala yang dilalui. Kendala yang mereka berempat temui adalah waktu untuk bertemu yang sulit ditemukan, kesibukan masing-masing anggota, masalah kesehatan, dan sulitnya menemukan pasangan yang cocok. “Faktor utama dalam lomba dengan sistem tim adalah kecocokan antar anggota,” kata Zanial. Namun, masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan cara disiplin terhadap waktu, fokus, kecocokan antar anggota kelompok, kerja keras, dan rencana yang matang. “A goal without a plan is just a wish,” ujar Amanda – Joseph.

Melihat banyaknya prestasi yang didapatkan oleh mahasiswa-mahasiswi STIS, sudah tidak diragukan lagi bahwa seluruh mahasiswa-mahasiswi STIS memiliki kualitas yang baik. “Mahasiswa STIS jangan takut untuk mencoba, kita semua punya potensi, bakat, dan belajar ditempat yang sama, jadi tidak ada alasan untuk minder dan tidak percaya diri,” saran Zanial – Arista. Setiap yang kita lakukan pasti ada manfaatnya, termasuk lomba-lomba yang diikuti. Selalu mencoba dan berusaha semaksimal mungkin karena banyak pengalaman dan ilmu yang tidak didapat jika hanya mengikuti pembelajaran di dalam kelas. “Seperti halnya fighting pokemon, kalah ataupun menang akan selalu ada experience yang didapat,” ujar Amanda.



Next page: Akademik