Print this page

Selamat Datang di Website STIS

Dec 4, 2015

STIS Berpartisipasi di Konferensi Big Data Indonesia (KBI) 2015

Komitmen STIS yang ingin memberikan kontribusi pada perkembangan Big Data di Indonesia mendapat dukungan yang baik dari komunitas idBigData, serta berbagai sponsor yang berinvestasi pada Big Data. Pada KBI 2015, STIS mendapat kesempatan untuk memamerkan riset yang dilakukan serta produk yang telah dihasilkan guna mendukung percepatan pengimplementasian Big Data dan Open Data, khususnya untuk mendukung BPS dalam menerapkan Big Data untuk Official Statistics.
Category: Umum

Konferensi Big Data Indonesia (KBI) merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh komunitas big data Indonesia (idBigData). KBI 2015 berlokasi di Telkom University dengan tema “Kedaulatan Data Pilar Kemandirian Bangsa” adalah konferensi kedua, dimana konferensi sebelumnya diadakan di Yogyakarta. Sesuai dengan tema yang diusung, rangkaian acara melibatkan berbagai pakar dari dalam negeri, baik perusahaan lokal, startup lokal, pemerintah, serta perguruan tinggi di Indonesia. Topik yang dibawakan oleh pembicara juga mengarah kepada kemandirian bangsa Indonesia untuk mengelola dan mengembangkan potensi data yang dihasilkan guna kesejahteraan masyarakat.

Tidak dipungkiri bahwa inisiatif dan teknologi Big Data yang dipelopori oleh asing memilki perkembangan pesat dalam beberapa periode terakhir ini. Namun demikian, Big Data yang merupakan serangkaian ide dan teknologi yang tergolong baru, sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan diimplementasikan secara mandiri. PT. Solusi 247 merupakan salah satu perusahaan lokal yang berkomitmen mengembangkan Big Data dalam skala besar. Didukung oleh PT. Telkom yang merupakan BUMN penyedia infrastruktur telekomunikasi di Indonesia serta IBM yang berinvestasi di bidang infrastruktur, komunitas idBigData bersama PT. Solusi 247 menggandeng berbagai elemen pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi untuk bersama-sama bersinergi membangun ekosistem Big Data di Indonesia secara mandiri. Dengan pengelolaan Big Data yang mandiri, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, baik dalam pengambilan keputusan yang akurat oleh pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat, maupun informasi yang bernilai jual tinggi bagi investor yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Telkom University telah berinsiatif menjadi Big Data Center yang memfasilitasi, memediasi, serta memberikan dukungan lain yang dibutuhkan bagi pihak yang ingin berkontribusi untuk pengembangan dan pengimplementasian Big Data. Pada kesempatan ini, hadir pula wakil dari berbagai kementrian dan lembaga di Indonesia. Kementrian Pertahanan Indonesia memaparkan akan pentingnya Big Data untuk bidang pertahanan dalam menjaga ketertiban dan kedaulatan Bangsa Indonesia. Kementrian Telekomunikasi dan Informatika juga siap mendukung dari segi regulasi dan penataan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Berbagai penggiat open source juga mengkampanyekan penggunaan produk open source untuk menekan biaya operasional. Pemerintah Propinsi Aceh merupakan salah satu yang telah merancang dan mengimplementasikan sistem pemerintahan daerah berbasis data dan terkomputerisasi dengan pemanfaatan open source. Produk open source yang mereka bangun sudah banyak diadopsi oleh pemerintah daerah lainnya. Setia Pramana, PhD, yang merupakan narasumber dari Pusat Kajian Metodologi dan Komputasi Statistik, STIS memaparkan kemampuan dari mahasiswa serta dosen STIS, khususnya pada jurusan komputasi statstik, dalam memproduksi software yang mendukung analisis Big Data yang dikembangkan secara mandiri dan berbasis open source. Beliau juga memaparkan bahwa Statistika dan Informatika memberikan peranan yang besar dalam pengimplementasian Big Data, termasuk untuk data pada bidang Genomics yang diperkirakan akan menjadi penyumbang data terbesar dari segi volume, variety, dan velocity di masa depan.

Dari kalangan akademisi sejumlah perguruan tinggi yakni Telkom University, ITB, ITS, UI, UGM, STIS, STIMIK Amikom Yogyakarta dan Universitas Al-Azhar Indonesia ikut berpartisipasi memberikan berbagai solusi dan peluang pada bidang Big Data melalui paparan dan pameran penelitian-penelitian yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Sebagai contoh, Telkom University aktif meneliti penggalian informasi karakteristik sosial dari media sosial, ITB mengembangkan text mining untuk melakukan ekstraksi informasi dari berbagai sumber data yang tidak terstruktur, ITS aktif melakukan riset di bidang Internet of Things (IoT), serta STIS yang berkontribusi pada analisis Big Data untuk pemerintahan dan pengembangan software pendukung analisis Big Data, seperti analisis data spasial dengan software Kalingga, analisis data statistik dan data mining dengan software MuriaStat dan FAST, serta sistem survei Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) yang sebelumnya telah diimplementasikan pada Praktik Kerja Lapangan (PKL) 54 STIS.

Komitmen STIS yang ingin memberikan kontribusi pada perkembangan Big Data di Indonesia mendapat dukungan yang baik dari komunitas idBigData, serta berbagai sponsor yang berinvestasi pada Big Data. Pada KBI 2015, STIS mendapat kesempatan untuk memamerkan riset yang dilakukan serta produk yang telah dihasilkan guna mendukung percepatan pengimplementasian Big Data dan Open Data, khususnya untuk mendukung BPS dalam menerapkan Big Data untuk Official Statistics.

Hampir seluruh peserta yang hadir mengunjungi booth STIS untuk melakukan konsultasi tentang data official pemerintahan, peluangnya dalam Big Data dan Open Data, serta riset dan kemampuan STIS dalam memberikan solusi permasalahan Big Data yang dihadapi oleh berbagai kalangan. Hal in tentunya menambah kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan BPS dalam menghadapi era Big Data guna menciptakan data official yang bekualitas secara cepat seiring dengan kebutuhan data yang makin meningkat. Kegiatan STIS pada KBI ini diinisiasi oleh Pusat Kajian Metodologi dan Komputasi Statistik yang telah melakukan kerja sama dengan PT Solusi 247 dalam hal pendidikan serta penelitian.



Next page: Akademik