Humas Polstat STIS | Selasa, 03 November 2026 08:18:30 WIB


Jakarta. Direktur Politeknik Statistika STIS, Dr. Yunarso Anang Sulistiadi, M.Eng., bersama Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Nucke Widowati Kusumo Projo, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjadi bagian dari 22 peserta Executive Leadership Programme (ELP) 2026. Program ini merupakan pelatihan kepemimpinan bagi pejabat senior Pemerintah Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dalam kerangka kemitraan strategis modernisasi pemerintahan kedua negara.

Lahir dari Kemitraan Modernisasi Pemerintahan Indonesia–UEA

ELP untuk Pemerintah Indonesia diluncurkan secara resmi pada Government Knowledge Exchange Forum di Jakarta pada September 2025. Pada forum yang sama, kedua negara juga meluncurkan inisiatif "10 Juta Coders Indonesia" untuk membekali generasi muda dengan keterampilan pemrograman dan digital. Kerja sama ini difasilitasi melalui Government Experience Exchange Programme, yaitu program berbagi praktik terbaik pemerintahan yang dirintis Pemerintah UEA sejak 2018 dan kini telah bermitra dengan puluhan negara.

Menurut keterangan resmi pihak UEA, ELP dirancang untuk memperkuat kapasitas para pemimpin senior pemerintahan, membekali mereka dengan keterampilan kepemimpinan dan manajerial, serta membagikan pengalaman UEA dalam memodernisasi tata kelola pemerintahan. Fokus pembelajarannya meliputi transformasi digital, pertumbuhan berkelanjutan, dan kepemimpinan yang adaptif (agile leadership).

Ringkasan Program

Secara umum, rangkaian ELP yang dikelola Kantor Pertukaran Pengalaman Pemerintahan UEA (UAE Government Experience Exchange Office) memadukan beberapa komponen:

  • Sesi pembelajaran virtual bersama narasumber dan praktisi pemerintahan UEA, membahas antara lain kepemimpinan pemerintahan digital, inovasi sektor publik, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.
  • Kunjungan lapangan ke instansi pemerintah UEA untuk melihat langsung praktik terbaik. Sebagai gambaran, delegasi ELP Indonesia angkatan sebelumnya berkunjung ke Kementerian Keuangan UEA untuk mempelajari digitalisasi layanan pemerintah, perencanaan keuangan jangka menengah, dan metode penganggaran berbasis nol (zero-based budgeting).
  • Proyek akhir (capstone project), yaitu rancangan inisiatif strategis yang disusun setiap peserta untuk diterapkan di instansinya masing-masing.

Angkatan pertama ELP Indonesia telah diwisuda pada Februari 2026 dalam rangkaian World Governments Summit di Dubai, bersama ratusan lulusan program kepemimpinan internasional lainnya yang diselenggarakan Pemerintah UEA.

Kunjungan Lapangan ke UEA, 19–23 Oktober 2026

Salah satu tahapan utama ELP 2026 adalah kunjungan lapangan selama lima hari ke Dubai dan Abu Dhabi. Selama kunjungan, peserta mendatangi 15 instansi pemerintah dan lembaga kecerdasan artifisial terkemuka di UEA, yaitu:

  • Senin, 19 Oktober (Dubai): Government Experience Exchange Office; Artificial Intelligence Office (Kantor Menteri Negara Bidang Kecerdasan Artifisial, Ekonomi Digital, dan Aplikasi Kerja Jarak Jauh); Kementerian Urusan Kabinet – Kantor Perdana Menteri (Strategy and Innovation Sector serta bidang kinerja pemerintahan); Sekretariat Jenderal Kabinet; dan Emirates Government Service Excellence Program (program Zero Government Bureaucracy).
  • Selasa, 20 Oktober (Dubai): Hamdan Bin Mohammed Smart University, untuk sesi pembelajaran akademik tentang kepemimpinan efektif, kepemimpinan tim, serta komunikasi dan pengaruh kepemimpinan.
  • Rabu, 21 Oktober (Abu Dhabi): Department of Government Enablement; TAMM Government Services Centre; G42; dan Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence.
  • Kamis, 22 Oktober (Dubai): Telecommunications and Digital Government Regulatory Authority (TDRA); Digital Dubai; Kementerian Keuangan UEA; dan Federal Authority for Government Human Resources.
  • Jumat, 23 Oktober (Dubai): Kepolisian Dubai (Dubai Police) dan Dewan Keamanan Siber UEA (UAE Cyber Security Council).

Capstone Project: Kebijakan Digital dan Tata Kelola Data

Setiap peserta ELP menyusun capstone project yang berangkat dari kebutuhan nyata di instansinya. Direktur Polstat STIS mengangkat tema Kebijakan Digital serta Kerangka Regulasi dan Hukum (Digital Policy and Regulatory/Legal Framework), yang menyoroti pentingnya landasan kebijakan dan aturan yang kuat agar transformasi digital di lingkungan kampus berjalan terarah dan akuntabel.

Sementara itu, Wakil Direktur II mengangkat tema Manajemen dan Tata Kelola Data (Data Management and Governance). Proyek ini berangkat dari tugas sehari-hari di bidang administrasi umum dan keuangan, dengan sasaran menghasilkan perbaikan yang terukur namun berdampak nyata bagi Polstat STIS dan Badan Pusat Statistik. Kedua tema tersebut saling melengkapi: kebijakan dan regulasi digital menjadi payung, sementara tata kelola data menjadi fondasi operasionalnya.

Relevansi bagi Polstat STIS

Sebagai perguruan tinggi kedinasan di bawah BPS, Polstat STIS memiliki kepentingan langsung terhadap isu transformasi digital dan tata kelola data. Pengalaman UEA dalam membangun pemerintahan digital diharapkan dapat memperkaya cara kampus mengelola layanan, data administrasi, dan keuangan secara lebih terintegrasi, sekaligus mendukung upaya BPS dalam memperkuat ekosistem data nasional.

Keikutsertaan pimpinan dalam ELP 2026 menjadi bagian dari komitmen Polstat STIS untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring internasional, dan mendorong tata kelola kampus yang modern, akuntabel, dan berbasis data.